Lompat ke konten utama
Teknik Menyusui

Posisi Menyusui yang Benar

Lima jenis posisi menyusui dan prinsip perlekatan yang benar menurut Kemenkes RI dan UNICEF.

Tim Lacta Care 27 Mei 2026 10 menit baca 1.046 kali dibaca
Ilustrasi materi: Posisi Menyusui yang Benar

Posisi menyusui adalah cara ibu menempatkan tubuh dan bayi selama proses menyusui agar bayi dapat melekat pada payudara dengan baik dan memperoleh ASI secara efektif. Posisi yang tepat membantu bayi mengisap dan menelan dengan baik serta meningkatkan kenyamanan ibu dan bayi. Kementerian Kesehatan RI menekankan bahwa posisi dan perlekatan yang benar penting untuk memaksimalkan pengeluaran ASI dan kenyamanan selama menyusui (Kemenkes RI, 2023).

Prinsip Posisi Menyusui yang Benar

Menurut Kementerian Kesehatan RI (2023), terdapat empat kunci posisi menyusui yang benar, yaitu:

  • Kepala dan badan bayi berada dalam satu garis lurus — kepala, leher, dan tubuh bayi tidak menekuk atau berputar sehingga bayi dapat mengisap dan menelan dengan lebih mudah.
  • Wajah bayi menghadap payudara — hidung bayi berada sejajar atau berhadapan dengan puting susu sehingga bayi dapat mendekati payudara dengan posisi yang tepat.
  • Tubuh bayi dekat dengan tubuh ibu — bayi didekatkan ke tubuh ibu, bukan ibu yang membungkuk mendekati bayi. Posisi ini membantu bayi mendapatkan perlekatan yang lebih baik.
  • Seluruh tubuh bayi ditopang — ibu mendekap atau menggendong tubuh bayi secara utuh, terutama pada bayi baru lahir yang masih membutuhkan banyak dukungan.

UNICEF juga menjelaskan bahwa posisi yang baik ditandai dengan kepala dan tubuh bayi sejajar, bayi berada dekat dengan tubuh ibu, seluruh tubuh bayi mendapatkan dukungan, serta bayi mengarah ke payudara dengan posisi hidung berhadapan dengan puting.

Jenis-Jenis Posisi Menyusui

1. Posisi Cradle Hold

Posisi cradle hold merupakan posisi menyusui dengan kepala bayi berada pada lekukan siku ibu di sisi payudara yang digunakan untuk menyusui.

Cara melakukan:

  • Ibu duduk dengan posisi nyaman dan punggung mendapatkan dukungan.
  • Bayi diletakkan melintang di depan tubuh ibu.
  • Kepala bayi berada pada lekukan siku ibu.
  • Tubuh bayi menghadap tubuh ibu.
  • Pastikan kepala, leher, dan tubuh bayi tetap sejajar.

Posisi ini merupakan salah satu posisi menyusui yang umum digunakan dan dapat memberikan kenyamanan serta kedekatan antara ibu dan bayi.

2. Posisi Cross-Cradle Hold

Cross-cradle merupakan variasi cradle hold dengan posisi bayi berada di sisi berlawanan dari tangan yang menopang kepala bayi.

Cara melakukan:

  • Bayi diletakkan melintang di depan tubuh ibu.
  • Jika bayi menyusu pada payudara kanan, kepala bayi dapat ditopang menggunakan tangan kiri.
  • Tangan lainnya dapat digunakan untuk membantu mengarahkan payudara.
  • Pastikan tubuh bayi menghadap ibu dan kepala bayi tidak terpuntir.

Posisi ini dapat membantu ibu mengontrol posisi kepala dan membantu proses perlekatan, terutama ketika ibu dan bayi masih belajar menyusui.

3. Posisi Football/Rugby Hold

Pada posisi ini bayi berada di samping tubuh ibu, dengan kaki bayi mengarah ke belakang tubuh ibu seperti posisi memegang bola.

Cara melakukan:

  • Ibu duduk dengan nyaman.
  • Bayi diletakkan di samping tubuh ibu.
  • Kepala bayi diarahkan ke payudara.
  • Tubuh bayi ditopang menggunakan lengan ibu.
  • Gunakan tangan lainnya untuk membantu menopang payudara jika diperlukan.

Posisi ini dapat menjadi pilihan bagi ibu setelah operasi sesar karena bayi tidak berada di atas perut ibu.

4. Posisi Side-Lying

Posisi side-lying dilakukan dengan ibu dan bayi berbaring menyamping dan saling berhadapan.

Cara melakukan:

  • Ibu berbaring menyamping dengan posisi nyaman.
  • Bayi diletakkan menyamping menghadap ibu.
  • Kepala bayi berada dekat dengan payudara.
  • Pastikan hidung bayi tidak tertutup dan jalan napas tetap bebas.
  • Tubuh bayi tetap berada dalam posisi yang aman dan terkontrol.

UNICEF menyebutkan posisi ini dapat menjadi pilihan ketika ibu dan bayi lebih nyaman menyusui sambil berbaring.

5. Posisi Reclining/Laid-Back

Pada posisi ini ibu berada dalam posisi setengah bersandar dan bayi berada di atas dada atau tubuh ibu.

Cara melakukan:

  • Ibu bersandar dengan bantuan bantal.
  • Bayi diletakkan di atas dada ibu dengan posisi tengkurap menghadap tubuh ibu.
  • Tubuh bayi tetap mendapatkan dukungan.
  • Bayi diarahkan untuk menemukan payudara dan melakukan perlekatan.

Posisi reclining dapat membantu memberikan rasa nyaman dan mendukung kontak kulit antara ibu dan bayi.

Perlekatan yang Benar

Posisi menyusui yang baik perlu disertai dengan perlekatan (latch) yang benar. Menurut Kemenkes RI (2023), tanda perlekatan yang baik meliputi mulut bayi terbuka lebar, bayi berada dekat dengan payudara, dagu bayi menyentuh atau hampir menyentuh payudara, bagian areola yang terlihat di atas mulut bayi lebih banyak daripada bagian bawah, serta bibir bawah bayi terbuka atau terputar ke luar. UNICEF juga menambahkan bahwa menyusui dengan perlekatan yang baik seharusnya terasa nyaman dan tidak menyebabkan nyeri pada ibu.

Tanda-Tanda Posisi Menyusui Sudah Benar

Posisi menyusui dapat dikatakan baik apabila kepala dan tubuh bayi berada dalam satu garis lurus, tubuh bayi menghadap tubuh ibu, bayi berada dekat dengan tubuh ibu, seluruh tubuh bayi mendapatkan dukungan, hidung bayi berada di depan atau sejajar dengan puting, mulut bayi terbuka lebar ketika akan melekat, dagu bayi menyentuh payudara, ibu merasa nyaman selama menyusui, serta bayi dapat mengisap dan menelan dengan efektif.

Kesalahan yang Sering Terjadi

Beberapa kesalahan posisi yang perlu dihindari antara lain kepala bayi terputar atau tidak sejajar dengan tubuh, tubuh bayi terlalu jauh dari tubuh ibu, ibu membungkuk terlalu jauh ke arah bayi, kepala bayi tidak mendapatkan dukungan yang cukup, hidung atau wajah bayi terlalu tertutup payudara, mulut bayi tidak terbuka lebar saat melakukan perlekatan, bayi hanya memasukkan puting tanpa sebagian besar areola, serta ibu mengalami nyeri selama proses menyusui.

Posisi yang kurang tepat dapat menyebabkan perlekatan tidak optimal sehingga bayi tidak mengisap secara efektif dan ibu dapat mengalami ketidaknyamanan atau nyeri pada puting.

Butuh Bantuan Langsung?

Konsultasikan kendala menyusui Anda dengan konselor laktasi kami melalui WhatsApp.