Anatomi Payudara & Fisiologi Laktasi
Mengenal struktur payudara, proses produksi ASI, dan kebutuhan gizi ibu selama menyusui.
Payudara adalah kelenjar yang terletak di bawah kulit, di atas otot dada, dengan fungsi utama memproduksi susu untuk nutrisi bayi. Manusia memiliki sepasang kelenjar payudara dengan berat kira-kira 200 gram β payudara kiri umumnya lebih besar daripada payudara kanan. Pada masa hamil, payudara membesar hingga mencapai 600 gram, dan pada masa menyusui dapat mencapai 800 gram.
Tiga Bagian Utama Payudara
- Korpus β bagian yang membesar.
- Areola β bagian yang kehitaman di tengah.
- Papila (puting) β bagian yang menonjol di puncak payudara.
Di dalam korpus terdapat alveolus, yaitu unit terkecil yang memproduksi susu. Alveolus terdiri dari beberapa sel asiner, jaringan lemak, sel plasma, sel otot polos, dan pembuluh darah. Beberapa alveolus mengelompok membentuk lobulus, kemudian beberapa lobulus berkumpul menjadi 4β18 lobus pada setiap payudara. Dari alveolus, ASI disalurkan ke dalam saluran kecil (duktulus), kemudian beberapa saluran kecil bergabung membentuk saluran yang lebih besar (duktus laktiferus).
Fisiologi Ibu Menyusui
Ibu yang sedang menyusui memiliki karakteristik yang berbeda dengan ibu yang tidak berada dalam fase itu. Ketika menyusui, seorang ibu akan mengalami berbagai perubahan fisik maupun psikologis. Perubahan fisik yang paling terlihat pada saat menyusui adalah pada payudara pascamelahirkan.
Kebutuhan Ibu Menyusui
Kebutuhan zat gizi ibu menyusui meningkat dibandingkan ketika ibu tidak menyusui. Seorang ibu yang menyusui membutuhkan tambahan energi sebesar 330β400 kkal, sehingga total kebutuhan energi selama menyusui meningkat menjadi 2.400 kkal/hari. Energi ini digunakan untuk memproduksi ASI dan aktivitas ibu itu sendiri (AKG, 2019).